JAPAN TRAVEL BLOG : KYOTO, NAGOYA, TAKAYAMA DAN SHIRAKAWA-GO


Konnichiwa ! Thank you buat antusiasnya kalian untuk Japan Travel Blog aku yang pertama soal Osaka. Seneng banget karena beberapa dari kalian cukup terbantu dengan blog aku yang super receh kemarin dengan meme-meme dan mukaku yang bertebaran tidak penting di setiap postingan yang ada WKWKWKW. Tujuan aku nulis bukan untuk traffic website pastinya, tapi juga untuk membantu temen-temen yang mau ke Jepang seperti aku terbantu banget dengan beberapa Nah kali ini aku mau lanjutin Travel Diary aku setelah dari Osaka dan berlanjut ke kota berikutnya yaitu Kyoto!



Kyoto ini jelas beda banget vibenya dengan Osaka yang lebih terasa hingar bingar ibukota, sedangkan kyoto ini lebih terasa vibe sebuah kota kecil di suatu negara. Aku stay di Kyoto pun cuma satu malam ya karena memang tidak terlalu banyak yang ingin ku-explore disini. So yuk kita mulai bahas apa aja yang kulakukan di Kyoto !




Kyoto

Perjalanan aku dari Osaka ke Kyoto menggunakan JR dari Shin-Imamiya Station (Osaka) dan berhenti di Kyoto Station. Harga JR-nya kurang lebih 980 yen dan memakan waktu kurang lebih 50 menit, tapi karena aku pake JR Pass jadinya aku tidak perlu membayar lagi (detail mengenai JR Pass sudah kubahas ya disini). Nah, Kyoto Station sendiri sangat besar dan sepertinya memang pusat pemberhentian dari semua orang yang mau ke Kyoto, saking besarnya kamu bisa menemukan department store dan juga restoran disini lho.

Selama di Kyoto aku menginap di Air BnB juga yang ternyata memiliki nama yang cukup terkenal di Jepang, nama penginapan aku adalah One More Heart Shichijo Omiya, dia konsepnya kayak rumah gitu dan terdapat beberapa kamar di dalam. Tenang saja karena kamarnya cukup luas dan bahkan ada kamar mandi (plus bathtub) di dalamnya. Hostnya ramah dan tampan (kalian yang ciwik2 bakal klepek2) dan harganya masih reasonable. Kalian bisa cek disini ya untuk referensi kalian di Kyoto. Lokasinya bisa ditempuh dengan bus dari Kyoto Station dengan 1 (one) stop aja dan terminal busnya dekat dengan penginapan. Asik kan? Harga per-malamnya kurang lebih 10,726 yen sudah including cleaning and service fee.


Nagoya

Sebenernya daerah Nagoya ini opsional apakah kalian mau kesini apa gak, nah alasan aku pribadi kenapa memilih untuk stay 2 malam disini adalah karena aku mau ke Nabana No Sato dan yang kedua karena Shirakawago Tour yang aku pilih berangkatnya dari Nagoya ini haha. Untuk tempat tinggalnya aku juga menggunakan Air BnB yang kalian bisa cek disini, harganya dibilang murah juga tidak ya, malah lebih mahal dari Kyoto dengan harga 10,838 yen per malam. Tapi lokasinya deket dengan beberapa restoran dan shopping area serta public mass transportation (ini paling penting). Tempat ini bisa jadi referensi kalian ya. 

What to do at Kyoto & Nagoya:






1. Fushimi Inari Shrine (Fushimi Inari Taisha)

Salah satu tempat wajib kayaknya kalau ke Jepang karena sudah terlalu banyak orang yang kesini untuk foto dengan torii gatesnya. Fushimi inari sendiri didedikasikan untuk Inari, God of Rice menurut ajaran Shinto. Disini kalian juga bisa menemukan patung-patung rubah yang dipercaya merupakan Inari's Messenger oleh kepercayaan mereka. Selain torii gates, kalian juga bisa menemukan kuil untuk berdoa atau membeli jimat atau lucky charm di tempat ini. Jangan lupa ada spot street food juga yang berada di dalam Shrine ini. Untuk kesini kalian cukup turun di Inari Station dan letak shrinenya tidak terlalu jauh dari station.








2 Arashiyama Bamboo Grove

Tempat kedua yang aku datangi di Kyoto adalah ini Arashiyama Bamboo yang terkenal banget di instagram. Sebenernya kalau dari segi estetika (ya elah bahasa lu lim), menurut aku pribadi biasa aja sih karena sesuai namanya ini adalah hutan bambu biasa. Tempat ini optional buat kalian yang mau ke Kyoto karena tempatnya ramai sekali dan banyak orang yang mengantri foto disini. So kalau tidak mengejer konten instagram, menurut aku no need lah kesini hehe.





3. Gion District

Aku gak mau terlalu banyak comment mengenai area ini ya karena area Gion sangat luas dan aku datang di malam hari yang katanya ada spot dengan street food dan juga Geisha di dalamnya. But unfortunately aku tidak menemukan keduanya padahal uda usaha banget kesininya hahaha. Coba dicek dan dipelajari lebih dulu di blog atau google kalau kalian mau tetep ke daerah ini ketika mampir di daerah Kyoto.






4. Kyoto Tower

Ini beli tiketnya di Traveloka dan berbeda dengan yang aku lihat di Harukas 300 (Osaka), yang ini lebih kelihatan observatory decknya dengan tinggi kurang lebih 100 meter. Di dalamnya da teropong untuk kamu lihat Kyoto dari ketinggian tersebut dan juga sebuah layar yang menunjukkan seluruh wilayah yang ada di Kyoto. Secara view tidak lebih bagus dari yang aku lihat di Osaka, jadi ini juga menurut aku optional kalau kalian ke daerah Kyoto.





5. Nabana No Sato

Nah ini dia salah satu alasan kenapa aku memilih untuk stay di kota Nagoya, untuk menuju ke Nabana No Sato salah satu caranya adalah menggunakan bus yang tersedia di Meitetsu Bus Center yang berada di Nagoya Station. Kamu bisa langsung ke lantai 4 dan membeli tiket bus ke Nabana No Sato either one-way atau return. Kalian harus pastikan dulu ya jadwal busnya dari keberangkatan di Nagoya Station dan saat kalian pulang dari Nabana No Sato, jadwalnya bisa coba kalian cek disini.

Harga tiket busnya untuk PP adalah seharga 1780 yen dan untuk masuk ke dalam Nabana No Sato sendiri kalian harus bayar tiket masuk seharga 2300 yen (include voucher makan untuk di dalam seharga 300 yen). Bagus banget gak sih? Ya sebenernya menurut aku pribadi ini below my expectation, dikira bakal banyak banget winter illumination yang bakal blow my mind ternyata yah bagus tapi biasa aja. You can judge to come here or not from my photo here ya hehe.




What to eat at Kyoto & Nagoya :


1. Tentenyu Dan

Ramen yang ada di daerah Gion ini adalah satu-satunya hal yang membuat aku senang ketika ke daerah Gion. Randomly aja aku makan di restoran ramen ini dan turns out rasanya enak bener! Kuahnya kental banget dan rasanya gurih, terus tekstur ramennya lembut dan tipis gitu. Harganya 1 porsi cuma 700 yen atau sekitar 91.000 aja !



2. Sukiya

Setelah mencoba Yoshinoya, beberapa dari followerku bilang harus cobain yang namanya Sukiya. Kenapa? Harganya lebih murah katanya, but to be honest menurut aku secara rasa tidak sebaik Yoshinoya yang aku makan di Jepang. Aku pesen yang beef mereka dan turns out rasanya seperti teriyaki biasa dan nothing special about it. Preferensi masing-masing orang ya, but Yoshinoya did better for me.


3. Marugame Udon

Saking bingung mau makan apa di Nagoya, akhirnya masuk salah satu toko ramen dan found out ternyata ini adalah Marugame Udon. Konsepnya hampir sama dengan yang ada di Indonesia, yang membedakan adalah rasa yang ada di Indonesia lebih gurih dibanding di Jepang. Pilihan menunya hampir sama dengan yang ada di Indonesia, harganya pun tidak jauh berbeda.



Shirakawa-go Tour

Ini dia salah satu alasan kenapa aku memilih nginep di kota Nagoya, karena aku beli tiket untuk Shirakawa-go Tour ini di Japanican dan harga yang lumayan murah adalah berangkat dari Nagoya. Untuk harga tiketnya kurang lebih kalau di kurs Rupiah adalah sekitar 1.000.000 Rupiah per orang dan sudah include lunch dan tiket masuk disana. Untuk lebih detail bisa cek disini ya.




Tour ini sendiri sudah termasuk kunjungan aku ke salah satu kota yang banyak dibilang orang asik dan seru yaitu Takayama ! Di takayama ini cuacanya lebih dingin daripada di Nagoya, Kyoto bahkan Tokyo! Menurut aku kota paling dingin selama aku di Jepang (bahkan lebih dingin dari di Shirakawa-Go) adalah Takayama. Disini kamu bisa kulineran, morning market, beli souvenir dan ada beberapa spot museum gitu.

Aku pribadi kurang suka Takayama ya, kotanya terlalu sepi dan menurut aku tidak terlalu banyak sightseeing spot disini. Dari Takayama, aku berangkat ke tempat yang jadi tujuan utama aku ikut tur ini yaitu Shirakawa-Go ! Sebagai penduduk dari negara yang tidak pernah turun salju, Shirakawa-Go adalah mimpi buat aku. Semua daerah yang ada disini dipenuhi dengan salju dan di dalamnya terdapat banyak rumah penduduk.




Desa ini masuk dalam situs warisan dunia UNESCO lho karena nilai sejarah dan sosialnya yang tinggi. Bangunan Gasho-zukuri yang unik dan pemandangan alam yang luar biasa indah (sumpah aku speechless) membuat tempat ini ramai dikunjungi turis. Oh iya, aku sendiri dateng di saat sore hari sehingga belum ada lampu-lampu illuminati yang menyinari perkampungan ini. Kalian juga bisa kesini malam hari dengan tour (dengan harga yang lebih mahal) atau menginap disini. Banyak yang bilang suasana di malam hari tidak sebagus sore hari, so silakan sesuaikan dengan preferensi kalian.

Demikian Travel Blog Part-II, doakan ya supaya aku bisa nulis untuk part III (Tokyo Only). Kalau kalian mau cek yang di Osaka bisa cek disini ya. See you on next travel blog !






JAPAN TRAVEL BLOG : KYOTO, NAGOYA, TAKAYAMA DAN SHIRAKAWA-GO JAPAN TRAVEL BLOG : KYOTO, NAGOYA, TAKAYAMA DAN SHIRAKAWA-GO Reviewed by Oppa Kuliner on March 15, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.